Sejarah Desa Kaligondo

  21 Maret 2017  |  DESA KALIGONDO

Pada tahun 1949 di wilayah Kabupaten Banyuwangi bagian selatan berdiri sebuah desa dengan nama “Desa Kaligondo”. Yang sebelumnya masuk wilayah Desa Sumbergondo, pada saat itu wilayah Desa Sumbergondo terdiri dari: Desa Bumiharjo, Desa Kaligondo, Desa Tulungrejo, dan Desa Sepanjang. Seiring dengan perkembangan jaman, wilayah Desa Sumbergondo terlalu luas, sehingga pada tahun 1949 secara definitif Desa Kaligondo berdiri sendiri bersamaan dengan Desa Tulungrejo.

Pada saat itu Desa Kaligondo lebih dikenal dengan nama Wadung, karena diwilayah ini banyak ditumbuhi pohon Wadung, sampai saat ini nama wadung masih diabadikan dalam bentuk nama-nama dusun. Meskipun secara administratif pemerintahan memakai nama Desa Kaligondo. Hal ini dilakukan karena Desa Kaligondo asal muasalnya berasal dari Desa Sumbergondo.

Kaligondo berarti, Kali adalah sungai dan Gondo diambil dari nama belakang desa asalnya, yaitu Sumbergondo. Mengapa dinamai Desa Kaligondo?, karena didesa ini banyak dilalui oleh kali atau sungai yang berasal dari desa Sumbergono.

Pada awal berdirinya Desa Kaligondo dipimpin oleh Bapak Sugiyo, yang memimpin dari tahun 1949-1967. Beliau yang membangun Balai Desa Kaligondo, meskipun hanya terbuat dari papan kayu tetapi sudah layak ditempati dan menjalankan roda pemerintahan desa. Luas wilayahnya 1.578.245 Ha dan terdiri dari enam dusun, yaitu:

  1. Dusun Selorejo terdiri dari 2 RW dan 4 RT
  2. Dusun Sumberwadung terdiri dari 9 RW dan 15RT
  3. Dusun Jepit terdiri dari 2 RW dan 5 RT
  4. Dusun Kaliwadung terdiri dari 3 RW dan 6 RT
  5. Dusun Wadungdolah terdiri dari 5 RW dan 19 RT
  6. Dusun Wadung Barat terdiri dari 2 RW dan 4 RT

Dusun Selorejo diambil dari nama Selo berarti Batu dan Rejo berarti ramai atau banyak, jadi Selorejo berarti dusun yang wilayahnya banyak terdapat batu dari letusan Gunung Merapi Raung. Letak Dusun ini berada dibagian utara yang berdekatan dengan Perhutani.

Dusun Sumber Wadung, Sumber berarti pusat mata air dan wadung berarti pohon, jadi Sumber wadung berasal dari nama pohon wadung yang tumbuh persis didekat Sumber mata air.

Dusun Jepit, pada awalnya dusun ini bernama Bendosari, dinamakan bendosari karena disitu terdapat pohon bendo yang besar sekali. Akan tetapi dalam perjalanan sejarah lebih dikenal Jepit, karena dusun tersebut dibuka oleh  masyarakat paling akhir diantara dusun-dusun lain yang masuk wilayah desa Kaligondo.

Dusun Kaliwadung, Kali berarti sungai dan wadung berarti nama pohon, dinamakan demikian karena diwilayah tersebut terdapat banyak pohon wadung yang tumbuh disepanjang aliran kali atau sungai.

Dusun Wadungdolah, Wadung berarti nama pohon dan dolah sebutan nama orang pertama kali yang menempati didusun tersebut. Nama ini diambil untuk mengenang jasa dari pak Dulah, orang yang pertama kali membuka/mempelopori dan bertempat tinggal diwilayah tersebut.

Dusun Wadung Barat, Wadung berarti nama pohon dan Barat berarti arah mata angin, dinamakan demikian karena terdapat pohon wadung yang pada saat itu berada dibagian barat. Dusun ini terletak diujung selatan yang berbatasan langsung dengan perkebunan.

Pada saat ini Desa Kaligondo berpenduduk sebanyak 11.598 jiwa yang terdiri dari 5.642 jiwa penduduk laki-laki, 5856 jiwa penduduk perempuan dan 4.565 Kepala Keluarga (KK).

Demikian sejarah asal usul desa Kaligondo yang bisa digali dari para    tokoh dan sesepuh desa, meskipun masih banyak kekurangan disana sini karena tidak terdapatnya bukti tertulis yang bisa dijadikan rujukan untuk generasi penerus, minimal data ini sudah mendekati kebenaran.

Nara sumber: Tokoh dan Sesepuh Desa Kaligondo

Contact Details

  Alamat :   JL. Sanusi 165 Kaligondo
  Email : smartkaligondo1@gmail.com
  Telp. :
  Instagram : smartdesakaligondo
  Facebook : pemdes kaligondo
  Twitter : desa smart kaligondo


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi